" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > khawatir dzikir sama malam tahun baru jadi budaya < / h3 > " , " isi " :[ " assalamu ' alaikum ustadz , " , " afwan belum , entah ini surat ana yang berapa kali . dan ana juga agak pesimis dapat jawab karena beberapa tanya ana dahulu tidak pernah dapat jawab . " , " jujur di malam tahun baru kemarin ana rasa miris lihat cara umat islam di jakarta ini raya malam tahun baru . apalagi jika kita mau banding di malam 1 muharam ini sangat jauh beda dari malam tahun baru masehi kemarin . " , " budaya dzikir , qiyamul lail dan aji apa malam tahun baru masehi yang telah langsung beberapa tahun ini buat khawatir ana akan jadi suatu budaya yang dekat wajib bagi umat islam saat ini . " , " bukankah hal itu bisa saja jadi jadi seperti acara 3 hari , 7 hari , 40 hari , 100 hari dan terus jika ada muslim yang wafat seperti di nusantara ini ? memang pada awal niat para wali songo atau para ulama saat ini adalah baik , daripada beri sesajen di acara 3 hari dan terus lebih baik di isi dengan tahlil , tahmid dan dzikir sama . jika ulama sekarang , dari pada kita hura - hura di acara tahun baru masehi lebih baik kita isi acara dengan yang baik - baik seperti dzikir , qiyamul lail dan aji sama - sama . bukankah ini jadi bahaya untuk masa depan umat ? " , " kenapa jika memang ingin ada dzikir dan aji di malam tahun baru bukan ada di tahun baru islam ? banding saja riah pada tahun ini . bagaimana para terus generasi islam hafal akan nama bulan hijriah jika para ulama sendiri lebih besar acara tahun baru masehi ? mari kita cermin . " , " memang ini adalah tantang buat generasi kita dan akan datang . dan ana harap ada ubah di tahun depan , agar gaung tahun baru hijriah dapat lebih gema di negara yang notabene adalah 90 muslim . jangan seperti tahun ini . ganti tahun baru hijriah sunyi senyap olah libur hari biasa . tidak ada acara khusus di televisi dan bagai . bahkan di masijd - masjid pun sunyi senyap tiada acara yang heboh seperti malam tahun baru masehi . " , " dzikir dan aji sama tidak lah salah . namun tempat waktu dan ruang saja yang seperti harus kita koreksi demi generasi umat islam masa datang . " , " wassalamualaikum , " , " abu thoriq " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " mon 31 december 2012 12 : 25  " , "  8 . 621 views  n " , " n " , " n " , " assalamu ' alaikum ustadz , " , " afwan belum , entah ini surat ana yang berapa kali . dan ana juga agak pesimis dapat jawab karena beberapa tanya ana dahulu tidak pernah dapat jawab . " , " jujur di malam tahun baru kemarin ana rasa miris lihat cara umat islam di jakarta ini raya malam tahun baru . apalagi jika kita mau banding di malam 1 muharam ini sangat jauh beda dari malam tahun baru masehi kemarin . " , " budaya dzikir , qiyamul lail dan aji apa malam tahun baru masehi yang telah langsung beberapa tahun ini buat khawatir ana akan jadi suatu budaya yang dekat wajib bagi umat islam saat ini . " , " bukankah hal itu bisa saja jadi jadi seperti acara 3 hari , 7 hari , 40 hari , 100 hari dan terus jika ada muslim yang wafat seperti di nusantara ini ? memang pada awal niat para wali songo atau para ulama saat ini adalah baik , daripada beri sesajen di acara 3 hari dan terus lebih baik di isi dengan tahlil , tahmid dan dzikir sama . jika ulama sekarang , dari pada kita hura - hura di acara tahun baru masehi lebih baik kita isi acara dengan yang baik - baik seperti dzikir , qiyamul lail dan aji sama - sama . bukankah ini jadi bahaya untuk masa depan umat ? " , " kenapa jika memang ingin ada dzikir dan aji di malam tahun baru bukan ada di tahun baru islam ? banding saja riah pada tahun ini . bagaimana para terus generasi islam hafal akan nama bulan hijriah jika para ulama sendiri lebih besar acara tahun baru masehi ? mari kita cermin . " , " memang ini adalah tantang buat generasi kita dan akan datang . dan ana harap ada ubah di tahun depan , agar gaung tahun baru hijriah dapat lebih gema di negara yang notabene adalah 90 muslim . jangan seperti tahun ini . ganti tahun baru hijriah sunyi senyap olah libur hari biasa . tidak ada acara khusus di televisi dan bagai . bahkan di masijd - masjid pun sunyi senyap tiada acara yang heboh seperti malam tahun baru masehi . " , " dzikir dan aji sama tidak lah salah . namun tempat waktu dan ruang saja yang seperti harus kita koreksi demi generasi umat islam masa datang . " , " wassalamualaikum , " , " abu thoriq " , " n " , " kenan belum kami sampai mohon maaf baik kepada anda atau pun baca setia lain bila telah kali - kali tanya tapi tidak muat . " , " ada banyak hal yang latar - belakang . sebab yang paling utama karena batas ilmu yang kami milik . tentu kami bukan ustadz serba bisa yang berani bicara apa saja . tidak semua masalah kami kuasa . dan bila kamimerasa tidak benar - benar kuasa , tentu kami tidak akan jawab . " , " selain itu , alas lain adalah kalau semua tanya muat di sini , tentu halaman tidak akan cukup . sebab terus terang saja kami tiap hari dihujai dengan begitubanyak tanya . sedekdar informasi , sampai hari ini jumlah tanya yang belum jawab dekat angka yang fantastis , yakni dekat angka 11 . 000 tanya . yang jawab baru sekitar 1 . 500 - an saja . " , " padahal untuk jawab satu tanya , kami tidak bisa asal jawab . perlu rujuk , bahan , literatur dan timbang . terkadang untuk satu tanya bisa habis hari penuh . " , " sebab lainnnya barangkali karena ada juga beberapa tanya yang benar telah pernah bahas , sehingga agar tidak jadi ulang , sengaja memang tidak kami muat . kecuali bila memang momentum rasa sangat tepat . " , " tanya yang sifat problem pribadi juga kami hindar , karena kurang wakil butuh para baca . maka kalau ada sekian banyak tanya belum sempat muat , sekali lagi kenan kami sampai mohon maaf yang besar - besar . " , " khawatir anda memang alas , khusus terkaitkegiatan yang ada di malam tahun baru masehioleh beberapa kalang . sangat boleh jadi memang nanti akan jadi salah persepsi , seperti tradisi ingat hari mati , 3 hari , 7 hari , 40 hari dan terus . " , " memangniatnya baik , yaitu dari pada malam tahun baru isi dengan giat hura - hura , lebih baik kalau laku giat agama di masjid . baik upa dzikir , qiyamullail atau pun muhasabah . tapi kalau tidak bekal dengan wawas yang baik , khawatir itu memang layak . makaharus upaya agar tidak lagi jadi salah rupa di masa lalu . " , " misal , panitia selenggara perlu laku klarifikasi yang tegas bahwa giat itu semata - mata bukan ritual ibadah cara khusus , bukan sunnah dari rasulullah saw dan tidak rupa bagi dari syariat islam cara khusus . " , " klarifikasi ini harus sampai kepada para jamaah yang hadir giat itu , biar mereka juga punya cara pandang yang benar . dan agar generasi ikut tidak lagi perosok pada lubang yang sama . " , " namun usul anda untuk isi malam tahun baru hijriyah dengan agam giat itu benar juga bukan tanpa kritik . masalah , nabi saw di masa lalu tidak pernah anjur , apalagi laku . jadi kalau tarik garis asal , ada ritual cara khusus di malam tahun baru masehi atau hijriyah sama - sama tidak ada tuntun . " , " dan kalau sampai jadi buah ritual yang cara sengaja khusus dan anggap bagai ibadah mahdhah , tentu hukum bid ' ah . sebab syariat islam tidak pernah tetap . " , " kepada teman - teman yang rasa khawatir kalau masalah seperti akan timbul bid ' ah , kita patut ucap terima kasih atas ingat . tentu peringantan itu datang dari lubuk hati yang paling dalam , bukan dar asal kritik . "
